pelita.anak.amaine

Beberapa Pendekatan di Dalam Penelitian

Posted on: April 8, 2010

I. PENDEKATAN KUALITATIF dan PENDEKATAN KUANTITATIF

Kuantitatif: positivism, tradisional  model, dengan angka, numeric, penyederhanaan, asumsi, eksperimen, survai. Kualitatif: post positivism, modern, non angka, non numeric, lebih verbal, majemuk, plural, rumit, etnografi, grounded research, case studies, phenomenological studies.

Pengaruh paradigma ilmu terhadap hasil penelitian kualitatif dan kuantitatif:

Kuantitatif: mengukur fakta objektif, fokus pada variabel, kunci : reliabilitas, bebas nilai, bebas dari konteks, banyak kasus, subjek, analisis statistic, peneliti terpisah. Kualitatif:Mengkonstruk realita sosial, makna budaya, fokus pada interaksi proses kejadian, kunci : keautentikan, nilai : ada dan eksplisit, terikat situasi, sedikit kasus, subjek, analisis tema, peneliti terlibat.

Beda Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif:

No Penelitian Kuantitatif Penelitian Kualitatif
1. Kejelasan Unsur :

Tujuan, pendekatan, subjek, sampel,

Sumber data sudah mantap, rinci sejak awal

Subjek sampel, sumber data tidak mantap

Dan rinci, masih fleksibel, timbul dan berkembangnya sambil jalan

2. Langkah penelitian :

Segala sesuatu direncanakan sampai

Matang ketika persiapan disusun

Baru diketahui denagn mantap dan jelas setelah penelitian selesai

3. Hipotesis:

a.Mengajukan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian;

b.Hipotesis menentukan hasil yang diramalkan (a priori)

Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung (tentatif)

Hasil penelitian terbuka, dan terus mencari makna

4. Desain :

Dalam disain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan

Disain penelitiannya fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya;

5. Pengumpulan data :

Kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan

Kegiatan pengumpulan data selalu harus dilakukan sendiri oleh peneliti.

6. Analisis data :

Dilakukan sesudah semua data terkumpul. Berupa: Statistik, tabel, grafik, dan dikaitkan dengan hipotesis.

Dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. Dengan ekstraksi, tema, generalisasi dari fakta; mengorganisir data utk  gambaran yg koheren dan konsisten

7 Konsep: Dlm bentuk variabel yg berbeda Dlm bentuk tema, motif, generalisasi, taksonomi
8 Ukuran: diciptakan sistematik sebelum data terkumpul Diciptakan sementara (ad hoc), sangat spesifik bg peneliti
9 Data: Angka, dari pengukuran yang teliti Kata/ kalimat dari dokumen, observasi, transkrip
10 Teori: Kausal, deduktif Kausal dan non kausal, induktif
11 Prosedur: Baku, sering eplikasi Khusus, replikasi jarang

Berdasarkan Williams (1988), ada  5 pandangan dasar perbedaan antara pendekatan kuantitatif (istilah Williams dengan kuantitatif positivistik) dan kualitatif. 5 dasar pandangan tersebut, sifat realitas, interaksi peneliti dan obyek penelitiannya, posibilitas generalisasi dan posibilitas kausal dan peranan nilai.

1.  Pandangan sifat realitas, pendekatan kuantitatif melihat realitas sebagai tunggal, konkrit, teramati, dan dapat difragmentasi. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat realitas ganda (majemuk), hasil konstruksi dalam pengertian holistik. Itulah sebabnya peneliti kuantitatif lebih spesifik, percaya langsung pada sang obyek generalis, meragukan dan mencari fenomena selanjutnya pada sang obyek realitas.

2. Pandangan interaksi antara peneliti dengan obyek penelitiannya, pendekatan kuantitatif melihat sebagai independen, dualistik bahkan mekanistik. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat sebagai proses interaktif, tidak terpisahkan bahkan partisipatif. Itulah  sebabnya penelitian kuantitatif agak memisahkan antara si peneliti sebagai subyek pelaku aktif dan obyek penelitian sebagai obyek pelaku pasif dan dapat dibebani aneka model penelitian oleh si peneliti. Sebaliknya dalam pendekatan kualitatif ada substitusi situasi dan mutual experience, bersama-sama di suatu medan (arena) nan tak terpisahkan yang sangat mutual dan tumpang tindih.

3.  Pandangan posibilitas generalis, pendekatan kuantitatif bebas dari ikatan konteks dan waktu  (nomothetic statements), sedang pendekatan kualitatif terikat dari ikatan konteks dan waktu (idiographic statements). Itulah sebabnya peneliti kuantitatif dapat dikenai atau dibebani dengan percobaan tertentu, lalu diukur hasilnya (ada macam-macam jenis eksperimen).  Sebaliknya peneliti kualitatif lebih menerjunkan diri dalam riak gelombang gejolak obyek penelitian dan terbenam di dalamnya. Ini agar dia menjadi mengerti, memahami, dan menghayati (verstehen) pada obyek penelitiannya.

4. Pandangan posibilitas kausal, pendekatan kuantitatif selalu memisahkan antara sebab riil temporal simultan yang mendahuluinya sebelum akhirnya melahirkan akibat-akibatnya. Sebaliknya pendekatan kualitatif selalu mustahilkan usaha memisahkan sebab dengan akibat, apalagi secara simultan. Sebab dan akibat adalah nebula yang Pantha Rhei (mengalir kontinyu terus menerus). Itulah sebabnya pendekatan kuantitatif selalu on line process, satu arah, mulai dari awal sebab, proses, dan akhirnya akibat. Sebaliknya pendekatan kualitatif selalu  on cyclus process,  kontinyu dan banyak arah, suatu  interaksi yang dipetakan dan masing-masing berupa sebab dan akibat sebagai kutub-kutubnya. Proses sebab akibat adalah suatu kelanjutan dari proses sistem model atau paradigma tertentu.

5. Pandangan peranan nilai, pendekatan kuantitatif melihat segala sesuatu bebas nilai, obyektif dan harus seperti  apa adanya. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat segala sesuatu tidak pernah bebas nilai, termasuk si peneliti sendiri yang subyektif. Itulah sebabnya penelitian kuantitatif selalu mendaku bahwa penelitian yang terbaik ialah yang obyektif, jujur, netral, dan  apa adanya, dan yang terpenting kebal terhadap nilai-nilai di sekitar suatu obyek penelitian.  Penelitian kualitatif memustahilkan hal ini.  Hasil pengamatan jenis penelitian, analisa datang dan sekalian hasil penelitian tidak lepas (konstektual) dengan era, geografi, budaya dan aliran-aliran nilai yang berpengaruh di situ.  Peranan nilai hendak dilihat dengan totalitas eksistensialnya.

PENDEKATAN KUANTITATIF

Biasa digunakan pada penelitian dalam ilmu-ilmu sosial, selama ini mengenal dua paradigma dalam mendekati masalah. Paradigma ini membantu peneliti dalam memahami tentang fenomena sosial, bagaimana ilmu pengetahuan dapat terbentuk, dan apa yang mempengaruhi masalah, pemecahannya, serta kriteria dari bukti-bukti ilmiah yang ditemukan (Creswell, 1994). Paradigma pertama adalah positivisme dan kedua adalah fenomenologis (Taylor & Bogdan, 1984; Dooley, 1984; Orford, 1992). Paradigma pertama, pemahaman tentang permasalahan sosial didasari pada pengujian teori yang disusun dari berbagai variabel, pengukuran yang melibatkan angka-angka, dan dianalisa menggunakan prosedur statistik. Paradigma ini konsisten dengan apa yang disebut pendekatan kuantitatif, dengan tujuan untuk meramalkan generalisasi suatu teori.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam metode kuantitaif: observasi, wawancara, kuesioner, skala sikap.

Substansi Proses Penelitian kuantitatif: perumusan dan penentuan masalah yang akan diteliti, mendesain model penelitian, mendesain instrumen pengumpulan data, pengumpulan data, mengolah dan menganalisis data hasil, desain laporan hasi penelitian

Hal yang perlu diperhatikan pada rancangan penelitian kuantitatif: pemilihan topik dan merumuskan pertanyaan penelitian, melakukan penelusuran dan pembahasan teori, mebuat struktur rancangan penelitian.

Kelebihan dan Kelemahan Pendekatan Kuantitatif: Kelebihan, data akurat, hasil dapat dibuktikan, objektif, hemat waktu, dapat dikaitkan generalisasi. Kelemahan, data dapat di manipulasi, terlalu banyak sampel, peneliti tidak terjun langsung.

PENDEKATAN KUALITITATIF

Pada penelitian kualitatif, peneliti berusaha memahami subyek dari kerangka berpikirnya sendiri (Taylor & Bogdan, 1984, Creswell, 1994).  Dengan demikian, yang penting adalah pengalaman, pendapat, perasaan dan pengetahuan partisipan (Patton, 1990).  Oleh karena itu, semua perspektif menjadi bernilai bagi peneliti.  Peneliti tidak melihat benar atau salah, namun semua data penting.  Pendekatan ini sering disebut juga sebagai pendekatan yang humanistik, karena peneliti tidak kehilangan sisi kemanusiaan dari suatu kehidupan sosial.  Peneliti tidak dibatasi lagi oleh angka-angka, perhitungan statistik, variabel-variabel yang mengurangi nilai keunikan individual (Taylor & Bogdan, 1984). Field research: dimulai dgn tanpa tanpa ada formulasi ide/topik, peneliti memilih lokasi/site, beriteraksi dengan obyek, mencatat secara harian. Historical-comparative research: menguji dengan cara membandingka fakta sejarah. Hampir selalu deskriptif (what).

Asumsi-asumsi dasar pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian, Creswell (1994): 1. Tidak mementingkan angka, atau kuantifikasi fenomena. Diasosiasikan dengan kumpulan dan analisa data yang berupa kata-kata atau observasi langsung terhadap tingkah laku. Jadi fokusnya adalah lebih pada interpretasi daripada kuantifikasi (Cassel & Symon, 1994; Patton, 1994). 2. Tidak memaksakan klasifikasi awal yang kaku pada sekumpulan data (Cassel & Symon, 1994). 3. Responden adalah partisipan yang bukan hanya sekedar obyek dari kecurigaan ilmiah. Responden mengambil sikap yang lebih proaktif dalam proses penelitian (Cassel & Symon, 1994). 4. Sangat menerima subyektifitas, sehingga yang bernilai adalah perspektif partisipan dan interpretasinya terhadap situasi (Cassel & Symon, 1994). 5. Memungkinkan fleksibilitas dalam proses penelitian. Respon terhadap konseptualisasi individu tentang dirinya berhubungan dengan kemungkinan untuk merumuskan hipotesa baru dan mengubah hipotesa lama sejalan dengan kemajuan penelitian. Intervensi peneliti dapat berubah-ubah sejalan dengan perubahan sifat konteks situasi (Cassel & Symon, 1994; Strauss, 1987; Taylor & Bogdan, 1984). 6. Proses penelitian dilihat sebagai proses sosial yang sangat dipengaruhi oleh pilihan-pilihan yang diambil peneliti seiring dengan perkembangan penelitian (Cassel & Symon, 1994). 7. Penelitian kualitatif lebih tertarik pada arti (meaning), yaitu bagaimana partisipan menghayati hidupnya, pengalamannya, dan cara mereka  mengekspresikannya (Creswell. 1994; Patton 1990). 8. Peneliti kualitatif terlibat secara aktif dalam pengumpulan data, yaitu secara fisik menemui partisipan, lingkungannya, serta institusi tempatnya berada, dalam suatu situasi yang alamiah (Creswell,1994; Cassel & Symon, 1994; Patton, 1990). 9. Penelitian kualitatif adalah penelitian deskriptif, dimana peneliti lebih tertarik dengan proses, arti dan pemahaman tentang pengalaman serta penghayatan subyektif partisipan (Creswell, 1994; Patton, 1990).

Dalam Creswell (1994) disebutkan empat jenis penelitian dalam pendekatan kualitatif: 1. Etnografi : dalam penelitian ini yang dipelajari adalah kelompok budaya dalam konteks natural selama periode tertentu, 2. Grounded Theory : yang diupayakan dalam penelitian ini adalah menyimpulkan suatu teori dengan menggunakan tahap-tahap pengumpulan data dan saling menghubungkan antara kategori informasi. Karateristik dari jenis ini adalah pembandingan antar data dari berbagai kategori dan penggunaan sampel yang berbeda dari kelompok populasi untuk memaksimalkan persamaan dan perbedaannya. 3. Studi Kasus : yang digali adalah entitas tunggal atau fenomena (“kasus”) dari suatu masa tertentu dan aktivitas (bisa berupa program, kejadian, proses, institusi atau kelompok sosial), serta mengumpulkan detil informasi dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data selama kasus itu terjadi. 4. Studi Fenomenologi : dalam penelitian ini yang diteliti adalah pengalaman manusia melalui deskripsi dari orang yang menjadi partisipan penelitian, sehingga peneliti dapat memahami pengalaman hidup partisipan.

Kelebihan dan Kelemahan Penelitian Kualitatif: Kelebihan. pendekatan lebih mudah, praktis, tidak butuh alat ukur, terlibat secara interpersonal, hasil komprehensif, holistik, data tidak bisa direkayasa, subjek sediki, kelemahan: membutuhkan waktu yang relatif lama, membutuhkan tenaga yang banyak, datanya belum tentu akurat, sulit di generalisasi, terikat pada satu konteks sosial

Penelitian kualitatif yang lain seperti: biografi yaitu studi tentang individu dan pengalamannya yang dituliskan kembali dengan mengumpulkan dokumen dan arsip.

II. RAGAM PENELITIAN (Bungin, 2006)

No Penggolongan Ragam
1 Data 1. Kuantitatif, 2. Kualitatif
2 Tujuan 1. Eksplorasi, 2. Pengembangan, 3. Verifikasi
3 Pendekatan 1. Longitudinal, 2. Cross Sectional, 3. Kuantitatif/Kualitatif, 4. Survai, 5. Assessment, 6. Evaluasi, 7. Action Research
4 Tempat 1. Library, 2. Laboratorium, 3. Field  (kancah)
5 Bidang Ilmu 1. Kelautan, 2. Perkotaan, 3. Arsitektur, 4. Pengembangan Wilayah, dsb
6 Taraf 1. Deskriptif, 2. Eksplanatif
7 Saat

terjadinya variabel

1. Historis, 2. Ekspos Facto, 3. Eksperimen
8 Aplikasi 1. Ilmu murni, 2. Ilmu Terapan (applied sc)

Ragam penelitian yaitu:

1. Menurut Manfaat di Bidang ilmu, hasil / alasan yang diperoleh

Dapat dibedakan, ilmu dasar dan ilmu terapan. Termasuk kelompok  ilmu/murni (basic research): mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan fundamental; mendukung atau menolak teori ilmu pengetahuan baru. Ilmu yang dikembangkan di fakultas-fakultas MIPA (Mathematika, Fisika, Kimia, Geofosika), Biologi, dan Geografi. Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat penelitian yang biasa. Kelompok ilmu terapan penelitian terapan (applied research): mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien, menghasilkan ilmu-ilmu terapan: memecahkan persoalan khusus dan nyata di masyarakat, sering deskriptif, kekuatannya pada pemakaian praktis, kurang publikasi, lebih pada pengambilan keputusan, implikasi segera, sering kontroversial, menimbulkan konflik, misinterpretasi, misal ilmu teknik, ilmu kedokteran, ilmu teknologi pertanian. Penelitian terapan (misalnya di bidang fisika bangunan) dilakukan dengan memanfaatkan ilmu dasar (misal: fisika). .

2. Menurut Pembentukan Ilmu

Ilmu dapat dibentuk lewat penelitian induktif atau penelitian deduktif. Diterangkan secara sederhana, penelitian induktif adalah penelitian yang menghasilkan teori atau hipotesis, sedangkan penelitian deduktif merupakan penelitian yang menguji (mengetes) teori atau hipotesis (Buckley dkk., 1976: 21).

3. Menurut Bentuk data (kuantitatif atau kualitatif)

Berupa data kuantitatif atau data kualitatif. Data kuantitatif diartikan sebagai data yang berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik, sedangkan data kualitatif adalah sebaliknya (yaitu: datanya bukan berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik).

4. Menurut Paradigma Keilmuan

Menurut Muhajir (1990), terdapat tiga macam paradigma keilmuan yang berkaitan dengan penelitian, yaitu: (1) positivisme, (2) rasionalisme, dan (3) fenomenologi.

5. Menurut Strategi (Opini, Empiris, Arsip, Logika internal)

a. Penelitian Opini

Bila peneliti mencari pandangan atau persepsi orang-orang terhadap suatu permasalahan, maka ia melakukan penelitian opini. Orang-orang tersebut dapat merupakan kelompok atau perorangan (jadi domain-nya dapat berupa kelompok atau individual).

b. Penelitian Empiris

c. Penelitian Kearsipan

“Arsip”, dalam hal ini, diartikan sebagai rekaman fakta yang disimpan. Kita bedakan tiga tipe arsip, yaitu: (1) primer, (2) sekunder, dan (3) fisik.

d. Penelitian Analitis

Terdapat problema penelitian yang tidak dapat dipecahkan dengan penelitian opini, empiris atau kearsipan. Penelitian analitis mendasarkan diri pada filsafat atau logika.

6. Menurut Arikunto (1998: 9-10))

a. Ditinjau dari tujuan: eksploratif, development research, verifikatif

b. Berdasar cara pendekatan (dimensi) waktu: longitudinal, cross sectional

a. Penelitian dengan pendekatan longitudinal (satu obyek penelitian dilihat bergerak sejalan dengan waktu), terbagi 3:

1.  penelitian kecenderungan :penelitian terhadap gejala yang sama pada waktu yang berbeda tetapi responden dan informan berbeda

2. penelitia panel : penelitian terhadap gejala yang sama pada waktu yang berbeda tetapi responden dan informan sama

3. penelitian kohort : penelitian terhadap gejala yang sama pada waktu yang berbeda tetapi responden dan informan memiliki karakteristik sama

b. Penelitian dengan pendekatan penampang-silang (cross-sectional—yaitu banyak obyek penelitian dilihat pada satu waktu yang sama).

c. Berdasar bidang ilmu: pendidikan, sains, multidisiplin, teknik, dsb

  1. Berdasarkan tempat: laboratorium, perpustakaan, lapangan (Gunarya (1985:72))
  2. Bedasarkan eksperiman: eksperimental dan non eksperimental
  3. Berdasar strategi: eksploratori, evaluasi, frekuensi
  4. Berdasar daerah penelitian: historis,studi kasus, survai
  5. Berdasarkan waktu: cross sectional, panel studi, longitudinal
  6. Berdasarkan data: primer, sekunder
  7. Cara analisis: kualitatif dan kuantitatif

7. Menurut Suryabrata (1983: 15-64)

1. Historis (membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif), 2. Deskriptif (membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu), 3. Perkembangan (menyelidiki pola dan urutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu), 4. Kasus/Lapangan (mempelajari secara intensif latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu obyek), 5. Korelasional (mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasar koefisien korelasi), 6. Eksperimental sungguhan (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan melakukan kontrol/kendali), 7. Eksperimental semu (mengkaji kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak memungkinkan ada kontrol/kendali, tapi dapat diperoleh informasi pengganti bagi situasi dengan pengendalian), 8. Kausal-komparatif (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat, tapi tidak dengan jalan eksperimen—dilakukan denganpengamatan terhadap data dari faktor yang diduga menjadi penyebab, sebagai pembanding), 9. Tindakan (mengembangkan ketrampilan baru atau pendekatan baru dan diterapkan langsung serta dikaji hasilnya).

8. Menurut Bentuk Permasalahan

.

9. Menurut Isi secara garis besar atau Secara Tujuan (Singarimbun, 1997:3)

a. Eksploratif:  Menjawab what questions, menggunakan kualitatif data, lebih terbuka untuk mengungkapkan fakta dan isu. Tujuan riset eksploratif: Familier dengan fakta dasar, komunitas, concerned involved, mengembangkan a well-grounded mental picture, mengembangkan ide dan teori tentative, menentukan kelayakan riset lanjutan, merumuskan pertanyaan penelitian dan isu, mengembangkan teknik dan sense of direction for future reserach

b. Explanatory-confirmatory: Why questions, dibangun di atas exploratory & descriptive research, menjelaskan lebih jauh alasan sesuatu terjadi. Tujuan explanatory-confirmatory: menentukan akurasi suatu prinsip teori, mencari penjelasan yang lebih baik, melanjutkan ilmu pengetahuan  tentang underlying process, menghubungkan isu-isu berbeda dalam pernyataan umum, membangun & mengelaborasi teori shg menjadi lengkap, mengembangkan teori baru /prinsip ke issu baru, memberikan kenyataan utk mendukung penjelasan

c. Deskriptif: menguraikan secara detail situasi, setting sosial, hubungan, berfokus pada how and who questions, menggunakan semua teknik pengumpulan data. Tujuan: membuat profil akurat, menguraikan proses, mekanisme, hubungan, memberikan gambaran verbal / numerik, mencari informasi utk mendorong penjelasan baru , menyajikan info, ltr belakang dasar, atau konteks, menciptakan ketegori, rangkaian langkah, tipe, menjelaskan urutan, rangkaian langkah, steps, dokumen yg menjelaskan kontradiksi dgn prior belief.

10. Menurut Metode (Singarimbun, 1997:5-7)

1. eksperimen; 2. evaluasi (action research, terapan) grounded research analisis data sekunder

11. Menurut proses menjadi teori (Fawcett & Downs 1992:11)

1. deskriptif riset, 2. eksplanatori riset,  3. prediktif riset.

12. Menurut Pengumpulan Data dan Teknik yang Digunakan

1. Experiment Research (Penelitian Percobaan) : dilakukan perubahan (ada

perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti yaitu dari data primer, 2. Survey Research (penelitian Survey): Tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti (data primer), mengumpulkan data langsung dan Menanyakan pada masyarakat dan menggunakan kuisener, 3. Content analysis: teknik menguji informasi, content terhadap bahan yang tertulis (sekunder), 4. Existing statistics: menggunakan hasil statistik (data sekunder), 5. Lapangan, 6. Analisis wacana, 7. Perbandingan sejarah.

14.  Menurut Bidang yang diteliti

1. Penelitian Sosial: Secara khusus meneliti bidang sosial : ekonomi, pendidikan, hukum dsb; 2.   Penelitian Eksakta<:Secara khusus meneliti bidang eksakta : Kimia, Fisika, Teknik; dsb;

15.  Menurut Tempat Penelitian

1. Field Research (Penelitian Lapangan / Kancah): langsung di lapangan; 2. Library Research (Penelitian Kepustakaan) : Dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya; 3. Laboratory Research (Penelitian Laboratorium) : dilaksanakan pada tempat tertentu / lab , biasanya bersifat eksperimen atau percobaan;

16. Menurut Keilmiahan

1. Penelitian Ilmiah: Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah / meyakinkan. 2.      Penelitian non ilmiah :  Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah.

17.  Menurut Spesialisasi Bidang (ilmu) garapan

Bisnis (Akunting, Keuangan, Manajemen, Pemasaran), Komunikasi (Massa, Bisnis, Kehumasan/PR, Periklanan), Hukum (Perdata, Pidana, Tatanegara, Internasional), Pertanian (agribisnis, Agronomi, Budi Daya Tanaman, Hama Tanaman), Teknik, Ekonomi (Mikro, Makro, Pembangunan), dll;

18.  Menurut hadirnya variabel (ubahan)

Variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian, yangd itatap, yang menunjukkan variasi baik kuantitatif maupun kualitatif. Variabel : masa lalu, sekarang, akan datang. Penelitian yangd ilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan / menggambarkan). Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen.

III. PROSEDUR / LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN :

Garis besar :

a. Pembuatan rancangan; b. Pelaksanaan penelitian; c.Pembuatan laporan penelitian

Bagan arus kegiatan penelitian

  1. Identifikasi masalah (bacaan, seminar, pernyataan pemegang otoritas, pengamatan sepintas, pengalaman pribadi, perasaan intuitif), Pemilihan (dipertimbangkan dari arah masalahnya dan juga dari arah si peneliti) dan Perumusan Masalah (hendaknya dirummuskan dalam bentuk kalimat tanya, padat dan jelas, memberi petunjuk tentang pengumpulan datanya; penguraian latar belakang masalah.
  2. Studi Pendahuluan, Penelaahan Kepustakaan; studi eksploratoris, mencari informasi;
  3. Menyusun Landasan Teori dan Perumusan Hipotesis; sebagai tempat berpijak.
  4. Memilih pendekatan; metode atau cara penelitian, jenis / tipe penelitian : sangat emenentukan variabel apa, objeknmya apa, subjeknya apa, sumber datanya di mana;
  5. Identifikasi, Klasifikasi (variabel nominal, ordinal, interval dan ratio)dan Pemberian Definisi – definisi variabel dan Menentukan Sumber data; Apa yang akan diteliti? Data diperoleh dari mana?
  6. Pemilihan atau Pengembangan Alat Pengambil Data, untuk alat buatan sendiri, harus melakukan uju coba terlebih dahulu.
  7. Menentukan dan menyusun Rancangan Penelitian; apa jenis data, dari mana diperoleh? Observasi, interview, kuesioner?
  8. Penentuan Sampel, kesimpulan penelitian mengenai sample, akan digeneralisasikan dengan populasi.
  9. Mengumpulkan data; dari mana, dengan cara apa?
  10. Analisis data dan Mengolah data; memerlukan ketekunan dan pengertian terhadap data. Apa jenis data akan menentukan teknis analisisnya, melakukan tabulasi
  11. Interpretasi Hasil Analisis dan Menarik kesimpulan; memerlukan kejujuran, apakah hipotesis terbukti?
  12. Menyusun laporan; memerlukan penguasaan bahasa yang baik dan benar.
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • pelitanakamaine: berbagi aja ni :) tugas di kuliahan syp tau ad yg perlu mdh2n berguna
  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Categories

Archives

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: