pelita.anak.amaine

Resume Jurnal

Posted on: April 8, 2010

-Ringkasan  Jurnal “Perilaku Agresif pada Polisi Lalu Lintas di Terminal Blok M Jakarta-

Subjek yang disorot dalam jurnal ini adalah Polisi Lalu Lintas yang sedang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat di Terminal Blok M, DKI Jakarta,  untuk menciptakan keamanan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas. Terminal Blok M letaknya strategis, yakni di daerah Jakarta Selatan, memiliki 2 jalur masuk, 6 jalur keluar bus dalam dan luar kota, 1 jalur Trans-Jakarta (Busway), dan juga dikelilingi oleh pusat perbelanjaan juga perkantoran.

Di tengah segala kondisi di terminal Blok M yang identik dengan kepadatan, keruwetan, dan kebisingan, sangat mungkin menyebabkan Polisi Lalu Lintas menjadi merasa mudah marah, kesal dan frustasi terhadap ketidaktertiban, ketidaklancaran yang terjadi, dimana hal ini merupakan salah satu sebab timbulnya perilaku agresi.

Tujuan penelitian ini agar lebih mendalami gambaran perilaku agresif  Polisi Lalu Lintas di terminal Blok M, dengan menggunakan pendekatan kualitatif (Creswell), yaitu suatu proses untuk memahami masalah-masalah manusia atau sosial dengan menciptakan gambaran dan kompleks yang disajikan dengan kata-kata, melaporkan pandangan terinci dari pada sumber informasi, serta dilakukan dalam latar atau setting yang alamiah. Teknik pengumpulan data, yaitu wawancara terstruktur (dengan supir, pedagang, penumpang) dan observasi (pengamatan berstruktur).

Agresi adalah perilaku fisik atau lisan yang disengaja dengan maksud untuk menyakiti dan merugikan orang lain. Agresi terbagi 2: (1) Agresi Permusuhan (hostile aggression) semata – mata dilakukan dengan maksud menyakiti orang lain atau sebagai ungkapan kemarahan dan ditandai dengan emosi yang tinggi. (2) Agresi Instrumental (instrumental aggression) pada umumnya tak disertai emosi, hanya merupakan sarana untuk mencapai tujuan lain selain penderitaan korbannya.

Hasil Penelitian di lapangan menunjukkan, bentuk agresi yang dilakukan Polisi Lalu Lintas bisa berupa fisik, yaitu memukul dan menendang body bus pada saat bus sengaja memotong jalur sehingga membuat padat jalur sebelah kanan, memukul kaca mobil pada saat bus tidak segera berjalan. Agresi verbal, memaki pada saat supir bus tidak mau jalan sehingga menimbulkan kemacetan, berteriak kepada supir pada saat supir bus sengaja berlama – lama tidak mau jalan untuk menunggu penumpang. Agresi non-verbal, memasang wajah tak bersahabat/sinis ketika mengatur lalu lintas di siang hari, meniup pluit dengan keras jika supir mengangkut penumpang terlalu lama, berkacak pinggang pada saat mengatur lalu lintas, menghardik jika bus tidak segera berangkat saat lampu hijau sudah menyala di pintu keluar.

Faktor penyebab perilaku agresi yang dilakukan Polisi Lalu Lintas di Terminal Blok M disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya: kondisi kemiskinan, kepadatan yang berlebihan, tindakan pemegang otoritas seperti polisi dan nilai kelompok kultural seseorang. Perilaku agresif juga dipicu dengan adanya kemacetan, kualitas udara(cuaca, polusi), dan faktor ketidaktertiban masyarakat (ketidaktertiban supir dalam berlalu lintas). Hal ini sesuai dengan (1) teori frustasi-agresi (frustration-agression hypothesis) berasumsi bahwa bila usaha seseorang untuk mencapai suatu tujuan mengalami hambatan, akan timbul dorongan agresif yang pada gilirannya akan memotivasi perilaku yang dirancang untuk melukai  objek penyebab frustasi. (2) teori belajar sosial bandura lebih memperhatikan faktor tekanan dari luar. Dalam hal ini, keluarga, lingkungan budaya Polisi Lalu Lintas Terminal Blok M serta informasi dari media massa yang diterimanya.

Dampak perilaku agresif Polisi Lalu Lintas terhadap masyarakat sekitar:  berpandangan negatif dan timbul prasangka terhadap sosial, dan kesan yang tidak baik terhadap polisi. Kemudian dampak dari perilaku agresif Polisi Lalu Lintas terhadap ketertiban supir angkutan adalah kelancaran dan ketertiban lalu lintas di wilayah terminal Blok M namun pada saat Polisi Lalu Lintas bertugas

Dari penelitian ini diharapkan petugas lalu lintas dapat mencari solusi lain dalam menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas, tanpa melakukan perilaku agresif terhadap supir. Peneliti juga menemukan hampir semua petugas lain seperti DLLAJ yang sedang bertugas di terminal blok M membawa tongkat kayu  untuk menertibkan kelancaran lalu lintas di terminal blok M.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • pelitanakamaine: berbagi aja ni :) tugas di kuliahan syp tau ad yg perlu mdh2n berguna
  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Categories

Archives

%d bloggers like this: